Friday , December 15 2017

Permadi: Hukuman Bagi Penista Agama Harus Maksimal, Bukan Percobaan

Politikus Partai Gerindra Permadi menilai hukuman bagi terdakwa kasus penistaan agama harus maksimal bukan percobaan. Mantan narapidana kasus penistaan agama ini pun menilai Basuki T Purnama (Ahok) harus mendapatkan hukuman berat.

Permadi menuturkan, seharusnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memberikan tuntutan percobaan kepada Ahok.”Hukuman bagi penista agama harus maksimal bukan percobaan. Siapa pun termasuk diri saya, itu (menistakan agama) tidak ada tuntutan percobaan,” kata Permadi, Minggu (30/4/2017).

Menurut Permadi, Pasal 156 KUHP dengan 156 A KUHP saling berhubungan sehingga Ahok pantas mendapatkan ganjaran lebih berat dari tuntutan JPU. “Jaksa kok tidak menggunakan Pasal 156 A KUHP, enggak bisa itu orang tersinggung awalnya dihina. Pasal 156 dan 156 A itu berhubungan tidak bisa dipisahkan. Jadi Ahok harus maksimal,” katanya.

Sekadar diketahui, JPU menjerat Ahok dengan Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan terhadap Golongan Tertentu. JPU pun menuntut Ahok hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Check Also

Kecelakaan Bus Kerap Terjadi, Komisi V DPR Akan Panggil Menteri Perhubungan

Kecelakaan bus pariwisata karena rem blong kembali terjadi di kawasan Puncak Bogor, Minggu (30/4/2017). Mengantisipasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *