Friday , December 15 2017

Bagaimana Kabar Sunny Tanuwidjaja???

Oleh Perwakilan Nelayan Jakarta

Nama Sunny Tanuwidjaja disebut-sebut ikut andil pada pengadaan proyek reklamasi yang dilakukan Pemprov DKI melalui Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namanya mulai mengapung setelah adanya dugaan korupsi mega proyek Reklamasi Jakarta.

Setelah namanya mengapung di media dan sempat dicegah keluar kota oleh Dirjen Imigrasi, hingga saat ini nama Sunny yang disebut sebagai ajudan pribadi Ahok hilang bak ditelan bumi. Seakan penegak hukum yang menjerat teman dekat Ahok itu tidak berkutik lagi.

Kemana penegak hukum, sejauhmana perkembangan proses hukum terkait dugaan suap pembahasan rancangan peraturan daerah tentang reklamasi Jakarta. Sampai saat ini publik masih bertanya-tanya sejauhmana proses hukumnya.

Nama Sunny pertama kali muncul adanya dugaan suap yang ditemukan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Pada saat itu, lembaga anti rasuah tersebut menemukan adanya indikasi pelanggaran atau temuan suap terkait proyek reklamasi yang digadang-gadangkan Ahok. Namun, pada saat proses hukumnya berlanjut, hingga saat ini keberadaan Sunny tidak diketahui publik.

Selain itu, proses hukum yang dilakukan penegak hukum tercecer entah kemana. Saat ini KPK berada diatas angin, setelah berhasil mengungkap adanya temuan ataupun pelanggaran korupsi di mega proyek E-KTP. Dimana yang digadang-gadangkan temuan terbesar dan kerugian terbesar.

Saat ini proses hukum E-KTP tersebut telah bergulir ke meja hijau, KPK juga menjanjikan adanya penambahan tersangka pada pengadaan proyek tersebut. Selain itu, KPK dengan lantang mengatakan adanya nama-nama besar dari berbagai lembaga dan intansi yang terlibat korupsi.

Terlepas dari pengungkapan besar KPK ini, publik tidak akan lupa proses hukum dugaan korupsi reklamasi Jakarta. Reklamasi ini sepertinya ada pawangnya, yang tidak bisa tersentuh oleh pemerintah. Selain itu, pengaruh Sunny yang disebut mewakili Ahok pada proyek tersebut telah hilang ditelan bumi.

Mari kita telusuri sejauhmana kedekatan Sunny dengan Gubernur DKI Jakarta Ahok. Apakah Sunny sumber kunci untuk menerangkan kasus suap reklamasi Jakarta?. Berikut 5 hal tentang Sunny untuk membantu Anda menjawab seputar isu reklamasi Jakarta:

Berteman dengan Ahok sejak 2009

Menurut Ahok, hubungannya dengan Sunny sudah seperti seorang teman. Hubungan itu terjalin sejak awal perkenalan pada 2009. Menurut pengakuan Ahok, Sunny awalnya dekat dengannya karena “staf khusus” Ahok itu sedang menulis disertasi untuk gelar doktoralnya di Department of Political Science, Northern Illinois University, Amerika Serikat.

“Dia mau bikin tesis, lama-lama kita kaya temen saja, kan. Dia datang, kita enggak bayar dia gaji. Aku bilang sih dia lebih condong kaya temen. Bisa saja orang sebut staf khusus karena sering bolak-balik ke sini,” kata Ahok.

Sunny dikenal memiliki loyalitas tinggi pada Ahok. Bahkan sebelum Ahok memutuskan akan maju menjadi wakil gubernur pun, Sunny sudah ikut bersamanya. Sunny, kata Ahok, terkesan dengan gaya berpolitik Gubernur DKI Jakarta tersebut. Saking dekatnya, Sunny pernah mengundang Ahok ke Amerika.

“Dia undang saya ke Amerika, 2010 saya baru berangkat ke Amerika. Kembali, saya bilang mau cawagub DKI, dia pengen lihat.” kata Ahok.

Pernah bertemu Mega dan Surya Paloh

Setelah itu, Sunny mengatur jadwal keseharian Ahok pada 2012 lantaran saat itu Ahok tak memiliki staf, termasuk saat bertemu Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Pilkada selesai dan Ahok terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pada 2014, kariernya menanjak menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang menjadi Presiden RI. Sunny tetap dekat dengan Ahok, tapi ia menolak menyebut Sunny sebagai stafnya.

Berada di lingkaran keluarga konglomerat

Sunny ternyata pernah bekerja pada Peter Sondakh. Peter adalah pengusaha minyak kelapa dan ekspor kayu melalui Rajawali Grup. Dia juga memiliki usaha media. Forbes merilis kekayaan Peter senilai 2,2 juta USD.

Ahok juga menyebut Sunny juga dekat dengan bos Sinar Mas, Franky Widjaja. Franky adalah anak dari Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group. Dan istri Franky adalah sepupu Sunny.

Jadi direktur LSM yang didirikan Ahok

Ahok mengatakan hingga saat ini Sunny masih menjabat menjadi Direktur Executive dari LSM Centre for Democracy and Transparency (CDT).

CDT merupakan lembaga kajian ilmiah dan opini publik yang didirikan oleh Ahok di Belitung. Lembaga tersebut berdiri sejak 2007.

“Saya kan tidak BOLEH lagi pegang ormas, jadi saat dia datang dan bilang mau ambil doktor ilmu politik, ya saya kasih semua LSM ke teman-teman saya,” kata Ahok.

Blogger

Selain tertarik pada aktivitas Ahok, Sunny juga gemar menulis alias nge-blog. Tulisannya bisa dilihat di kolom Jakartabeat. Sayangnya terakhir dia menulis kolom pada 2011 tentang politik pada 2010.

Begitulah sepintas tentang sunny dan kedekatannya dengan Ahok. Sekarang mari kita serahkan kembali proses hukum yang tertunda tentang praktik suap proyek reklamasi Jakarta. Kita berharap KPK yang saat ini berada diatas angin bisa menyelesaikan tugas-tugas yang belum selesai.

Mari kita bersama-sama mendukung lembaga anti rasuah ini, untuk bisa mengungkap kasus reklamasi Jakarta yang banyak merugikan warga Jakarta, khususnya nelayan. Dimana proyek ini menjajah para nelayan dan tidak bisa lagi mencari nafkah dari sumber hasil bumi yakni laut. Dimana Jakarta, tidak akan ada lagi pantai yang indah untuk bisa mengisi waktu libur.

Mudah-mudahan proyek reklamasi yang banyak mudarat itu, tidak akan berlanjut. Diharapkan kepada pemimpin negeri ini bisa membuka pintu hatinya, jangan sampai menjajah dan merebut hak nelayan Jakarta. Kembalikan pantai kami, jangan jual pantai kami ke warga asing.

Check Also

Terbukti, Gerilyapolitik.com Penyebar Hoax

Saya terkejut dengan berita yang berjudul Agus Yudh0yono: Anies Kelihatannya Baik tapi Sebenarnya Licik tersebar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *